Jumat, 28 Oktober 2022

My Problem

         😞😞Tubuhku kadang berasa bergetar dan jantungku tidak terarah lagi detaknya, pikiranku serasa berhenti dan jiwaku serasa mati. Banyak hal baik yang aku dapat dalam hidupku dan aku bersyukur atas itu, tak lepas aku banyak diuji oleh hal-hal yang aku sendiri belum siap. Dan harus bagaimana lagi? Aku tidak bisa menghindari sesuatu yang nyata dan mau menghendaki ekspetasi ku dalam hidupku. Aku menutup pintu kamar dan berdoa, dan aku juga menutup raut sedihku dan menangis dalam diamku. Banyak orang belum bisa memahami keadaanku dengan baik, aku juga sadar aku belum bisa memahami banyak orang. Aku tidak mampu membela diriku karena aku tidak siap kalau orang lain harus terluka. Aku tidak berbuat apa-apa saja sudah salah, bagaimana mungkin kalau aku sengaja melakukannya, aku dalam masalah besar. Sejujurnya, siapa yang tahan dengan kata-kata yang menyesakkan, dengan teriakan yang membuat dirimu seperti orang yang paling salah, aku adalah manusia biasa yang belum bisa mempersembahkan yang baik. Aku menahan semua itu karna aku sadar aku bukan siapa-siapa dan aku tidak bisa melakukan apa-apa karna aku juga salah. Semakin umurku bertambah aku seperti memikul banyak beban, pikiranku yang terus dihantui banyak masalah, mentalku yang terus tertekan dan perasaanku yang harus tetap jadi baik. Bahkan usaha yang aku lakukan dengan TULUS akan menjadi perkara besar bagiku, apa yang aku lakukan, belum bisa melihat hasil yang baik. Aku sangat mengasihi orang-orang terdekat ku dan KASIH ku tak berarti apa-apa karena aku bukan siapa-siapa mereka. Aku menjadi seperti seorang pembangkang, seperti seorang yang keras kepala, tapi aku selalu berusaha untuk tidak menyakiti orang-orang disekitarku. Air mata yang terus keluar dan perasaan hampa yang terus bermunculan membuat aku terkadang hilang harapan, dalam keramaian aku merasa sendiri dan dalam kesendirianku aku merasa terabaikan. Berapa banyak orang yang benar-benar tulus denganku? Atau apakah tidak ada seorang pun? Aku mohon, aku sangat kesepian. Aku rela mengorbankan waktuku, mempertaruhkan apa yang aku miliki dan mengedepankan kehendak orang-orang, karena aku tulus dan tidak ingin di tinggalkan. Aku kadang seperti orang asing dan tidak dikenali dan terkadang seperti orang penting. Tapi aku harus membuat perasaan yang harus sama.

Aku sangat percaya pada Tuhanku Yesus dan aku berharap aku bisa melihat malaikat nya datang padaku. Aku percaya walau mustahil, namun Bapaku yang di sorga tidak terbatas. Jika dia memilih mendatangkan orang-orang untuk hadir dalam hidupku aku sangat bersyukur, dan jikalau aku harus sendirian aku berharap Tuhanku tidak meninggalkan ku.
……………………
Dan terjadi lagi, aku menutup malamku dengan air mata, dan aku dianggap tidak pernah pengertian, tidak peka dan memiliki kasih yang pura-pura, aku sesak mendengar perkataan itu, aku tidak mungkin akan dengan mudahnya menangis jika aku tidak benar-benar tulus, aku selalu memberontak dalam hati saya, jika aku mengikuti perkataannya supaya aku pergi dari sini, aku tidak tau didalam hati nya apakah benar-benar ingin aku pergi atau tidak. Aku memilih bertahan dan tidak bertindak apa-apa, karena hanya akan memperburuk keadaan. Dan tidak berakhir malam itu, lagi dan lagi aku dijauhi dan pada akirnya kata-kata semua telah berakhir membuat hati ku pilu dan sangat terluka. Saat itu aku hanya ingin ada yang bisa mengerti diriku. Aku hanya punya Tuhan disini dan hanya padanya lah aku berserah diri. Aku dipenuhi rasa takut akan hari esok entah apa yang akan terjadi, pasti nya itu bukanlah hal yang menyenangkan.
……………………………….
aku adalah orang yang tidak punya etika baik, dan busuk. serendah itulah aku dimata mereka.

Aku lelah Tuhan. Aku stress menjalani keadaan hari ini.
Kesalahan-kesalahan kecil yang kulakukan akan menjadi tumpuan kemarahan bagi orang-orang yang ada disekitarku, aku selalu berusaha untuk bisa menutup lubang-lubang kecil itu supaya tidak tercela.

Hidup bergantung pada harta orang lain, adalah resiko yang harus saya terima jika suatu saat ada keadaan yang tidak diinginkan. Dan jawaban terakhir nya adalah menangis lagi. Tidak ada ada yang bisa kulakukan untuk menerima kemarahan itu, hanya bisa menangis. Dan bagitu lah yang aku rasakan saat ini.

Hari ini aku merasa kalau aku bukan siapa-siapa. Aq kosong dan tak ada yang bisa aku lakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar